A. Visi Keilmuan Prodi S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra
Mengembangkan keilmuan interdisipliner pendidikan bahasa
dan sastra yang tangguh, adaptif, dan inovatif yang berorientasi pada paradigma
progresif.
Dari rumusan keilmuan Prodi S-3 Pendidikan bahasa dan
Sastra Unesa di atas, penjelasan visi keilmuan tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut.
a.
Mengembangkan keilmuan interdisipliner pendidikan bahasa
dan sastra dimaksudkan bahwa Prodi S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra
Unesa berkomitmen untuk memperluas dan memperdalam keilmuan yang
mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu terkait, seperti linguistik, sastra,
pendidikan, teknologi, dan budaya. Pendekatan interdisipliner ini memungkinkan
pengembangan teori dan praktik yang komprehensif dan inovatif sehingga mampu
menjawab tantangan pendidikan bahasa dan sastra di era global dan lokal secara
efektif.
b.
Tangguh dimaksudkan bahwa keilmuan yang dikembangkan di Prodi
S-3 ini dirancang agar kokoh dan kukuh dalam menghadapi perubahan di bidang pembelajaran
bahasa, linguistik, sastra, teknologi, dan sosial budaya. Ketangguhan ini
memastikan bahwa lulusan dan penelitian prodi dapat memberikan kontribusi yang
signifikan dan berkelanjutan di tengah dinamika pendidikan yang kompleks.
c.
Adaptif dimaksudkan bahwa Prodi S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra
Unesa juga menekankan kemampuan penyesuaian dalam pengembangan keilmuan sesuai
dengan tuntutan zaman, seperti kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
perkembangan teknologi pendidikan, perubahan kebutuhan masyarakat, dan perubahan
kebijakan. Hal ini menjadikan prodi responsif terhadap perubahan lingkungan
pendidikan dan mampu menghasilkan solusi yang relevan dan aplikatif sesuai
dengan perubahan dan perkembangan zaman.
d.
Inovatif dimaksudkan bahwa penemuan dan pendekatan baru menjadi
salah satu fokus utama dalam pengembangan keilmuan prodi, baik dalam hal metode
penelitian, pengajaran, maupun penerapan hasil kajian. Prodi mendorong lahirnya
gagasan-gagasan baru dan solusi kreatif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan
bahasa dan sastra yang dapat menjawab berbagai tantangan yang dihadapi dalam
konteks pendidikan tinggi dan profesional.
e.
Berorientasi pada paradigma progresif dimaksudkan bahwa
pengembangan keilmuan di Prodi S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra didasarkan pada
paradigma progresif yang menekankan pembaruan berkelanjutan, pembelajaran
aktif, dan keterbukaan terhadap perubahan. Paradigma ini juga menempatkan
mahasiswa sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran yang didorong untuk
berpikir kritis, kreatif, dan mampu melakukan transformasi pengetahuan dalam
konteks pendidikan bahasa dan sastra yang dinamis.